Minggu, 10 Mei 2009

Sigit Haryo Dekat Dengan Inteligen

-- Kumpulan Kasus Antasari Ashar (2)

Karena dikenal sangat dekat dengan Tyasno dan Muchdi, maka sewaktu PKB berkonflik terakhir, muncul isu bahwa SHW juga menggunakan jaringan dan permainan intelijen untuk kepentingannya “memainkan” PKB. Juga, isu bahwa SHW adalah anggota Badan Intelijen Negara (BIN).

Isu yang wajar, mengingat Muchdi juga merupakan tokoh intelijen, dan pernah menjabat deputi V BIN. Adapun Tyasno sempat menjadi kepala Badan Intelijen Strategis (Bais), yaitu lembaga intelijen milik pemerintah sebelum ada BIN.
Benar-tidaknya isu tersebut, sampai tulisan ini dibuat, belum diperoleh konfirmasi dari SHW maupun pihak BIN. Demikian pula kabar kedekatan SHW dengan Ketua KPK, Antasari Azhar, pun belum dapat dimintakan konfirmasi.
Isu lain, alasan kenapa SHW beberapa waktu lalu bisa masuk ke elite PKB karena dia punya “kedekatan khusus” dengan Yenny Wahid. Faktor lain, kala itu SHW juga bisa memenuhi sebagian kebutuhan ayahanda Yenny, Gus Dur.
Kebutuhan Gus Dur ini bukan hanya kebutuhan materi namun juga non materi, misalnya jaringan atau hubungan ke beberapa pihak di negara-negara tertentu seperti Singapura. Tak heran bahwa Gus Dur pun sempat ikut “jatuh hati” kepada SHW.
Saking dekatnya SHW kala itu dengan Yenny dan Gus Dur, muncul kabar bahwa dia dijagokan sebagai calon menteri tatkala Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mereshuffle kabinet dan menggeser Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dari posisi menteri negara pembangunan daerah tertinggal. Ketika SBY memerlukan pengganti Ipul, Yenny pun menyodorkan nama SHW.
Namun ternyata SBY mengabaikan nama SHW, dan memilih Sekjen DPP PKB, Lukman Edy, sebagai pengganti Ipul. Tindakan SBY memicu kemarahan Yenny dan Gus Dur. Di beberapa kesempatan, Yenny menegaskan bahwa Lukman Edy bukan figur yang direkomendasikan PKB sebagai pengganti Ipul.
“Sudah jelas sekali. Sejak awal juga sudah ditegaskan oleh Gus Dur, bahwa Lukman Edi bukan wakil PKB di pemerintahan. Pak Lukman itu mewakili dirinya sendiri," tandas Yenny Wahid, putri sulung Gus Dur yang memiliki nama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid ini kepada Persda Network (jaringan berita grup Surya), 2 April 2008 silam.
Kala itu Yenny tak pernah terbuka menyebut SHW sebagai sosok yang dijagokannya sebagai pengganti Ipul di kabinet. Meski begitu, elite PKB –-terutama di Jakarta— tahu bahwa SHW-lah yang sebenarnya digadhang-gadhang Yenny agar bisa masuk kabinet. Hanya, SHW ternyata tak pernah masuk kabinet, justru sekarang masuk sel Polda Metro Jaya… (jun/ persda network)

Sigit Haryo Wibisono Tersangka Pembunuh Nasrusin Zulkarnain

-Kumpulan Kasus Antasari Ashar (1)

SURABAYA, SURYA--DI lingkungan dekatnya, pria kelahiran 12 November 1966 ini biasa dipanggil SHW. Itulah singkatan nama lengkap pria asal Semarang, Jawa Tengah (Jateng), tersebut : Sigit Haryo Wibisono, yang sejak beberapa bulan lalu terjun ke bisnis media massa dengan membeli Harian Merdeka. Kini nama SHW menghiasi media massa karena ditangkap dalam kasus dugaan penembakan Direktur Putra Rajawali Banjara (PRB), Nasrudin Zulkarnain.

Sebelumnya, namanya mulai mencuat ke permukaan setelah masuk dalam kepengurusan DPP PKB di bawah Ketua Umum Dewan Syura, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Ketua Umum Dewan Tanfidz, Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
Pada Juli 2007, namanya diketahui publik sebagai anggota Dewan Surya DPP PKB. Setelah itu, tatkala konflik PKB semakin meruyak –-antara kubu Cak Imin dengan kubu putrid Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid— SHW juga masuk pusaran konflik tersebut.
Diduga karena punya hubungan sangat dekat dengan Yenny, SHW pun sempat didhapuk menjadi wakil ketua caretaker DPW PKB Jatim.
Keberadaanya dalam kepengurusan PKB mengundang protes banyak orang di internal PKB. Karena, sebagai orang baru, tahu-tahu dia bisa masuk sebagai anggota dewan syuro DPP PKB. Apalagi, kala itu juga beredar isu bahwa SHW masih menjabat sebagai wakil ketua DPD Partai Golkar Jateng.
Belakangan muncul kabar bahwa SHW telah mundur dari Golkar. Kemudian, sesudah keberadaannya di PKB semakin memunculkan kontroversi, SHW pun mundur dari kepengurusan DPP PKB.
Sebagian elite PKB, khususnya yang masuk kubu Imin, menilai SHW merusak PKB sekaligus mengacaukan hubungan baik Imin dengan Gus Dur sebagai keponakan dan paman. Apalagi belakangan muncul pemecatan sejumlah pengurus pro-Imin –seperti Wakil Sekjen DPP PKB, Erman Suparman dan Hanif Dakhiri— dan berpuncak dengan pemecatan sepihak Imin dari posisi ketua umum DPP PKB.
Meski nama SHW baru menyedot perhatian publik tahun 2007-an --sesudah bergabung dengan PKB-- namun tak berarti sebelumnya pria yang berpostur agak gemuk ini “bukan apa-apa”. Sudah sejak sekitar 1999, atau kira-kira 10 tahun silam, di kalangan tertentu di Jakarta nama Sigit sangat berpengaruh.
Dia, misalnya, pernah punya kantor semacam “think tank misterius” di kawasan Jalan Kerinci, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Misterius, karena tanpa papan nama, dan dijaga beberapa pria berpenampilan sangar. Meski begitu, sejumlah nama penting sering tampak berada di sana, antara lain Mayjen Pur TNI Muchdi Purwoprandjono, mantan danjen Kopassus.
Kala itu juga santer kabar bahwa di belakang “Kelompok Kerinci” ada nama Tyasno Sudarto, yang belakangan menjadi kepala staf angkatan darat (KSAD), dan akhirnya pensiun dengan pangkat purnawirawan jenderal. Kedekatan hubungan SHW dengan Tyasno, lantaran ayah SHW pernah menjadi pejabat teras di Kodam IV Diponegoro Jateng, kala Tyasno menjadi Pangdam IV Diponegoro.
Waktu itu, di “Kelompok Kerinci” juga terdapat nama MT Arifin, akademisi asal Solo, Jateng. Ketika Tyasno bertugas di Jateng, MT Arifin sempat menjadi staf khusus atau tim ahli; dan ketika bergabung di “Kelompok Kerinci” MT Arifin didhapuk SHW sebagai seorang analis atau pengamat militer.
Sekitar tahun 2003, karena ketidakcocokan internal, MT Arifin memutuskan keluar dari “gank” SHW, dan memilih pulang ke Solo. Surya sempat beberapa kali mewawancarai MT Arifin –yang dikenal sebagai kolektor dan pakar keris setelah tak lagi bekerja untuk SHW— di Solo. Menurutnya, salah satu hal yang membuat dia ‘pecah kongsi dengan SHW’ adalah masalah keris. (dari berbagai sumber)